Jumat, 29 April 2016

Taruhan Bola - Ancaman Untuk Warga Jakarta Tragedi 1998 Bisa Terulang Kembali



Taruhan Bola - Pemerintah patut merespons serius ancaman pengulangan krisis dan tragedi 1998. Sebab, banyak indikasi sudah muncul dan mengarah ke keresahan hingga kerusuhan sosial. Indikasi tersebut, antara lain, kurs rupiah kian melemah, harga kebutuhan pokok melambung tinggi.

Demikian kumpulan pendapat Wakil Ketua DPR Taufik Kurniawan, Ketua DPR Setya Novanto, anggota DPR Jhon Kenedy Aziz, pengamat politik Boni Hargens, dan mantan aktivis 1998 Sarbini, secara terpisah, di Jakarta, kemarin, Seperti yang dilansir oleh Taruhan Bola Hokbet88.net

Taufik Kurniawan mewanti-wanti pemerintah agar segera megantisipasi kejatuhan nilai tukar rupiah yang menembus Rp 13.000 per dolar AS. Kalau kurs rupiah jatuh lebih dalam, dia khawatir gejolak sosial seperti tahun 1998 terulang.

”Kurs jangan sampai lebih dari Rp 15.000 per dolar. Bahaya itu. Kita kadang-kadang menganggap itu biasa. Tapi nanti lama-lama pasar shock sehingga terjadi rush (kepanikan besar-besaran),” papar Taufik.

Pemerintah juga perlu mewaspadai gini ratio atau rasio kesenjangan sosial yang sudah di angka 4,1. Gini ratio rawan bila mencapai 4,4. Itu bisa mendorong munculnya krisis dan konflik sosial.

”Di Timur Tengah, gini ratio 4,4 sudah langsung menimbulkan krisis dan konflik sosial. Jadi, gini ratio kita yang sudah 4,1 sungguh harus diwaspadai,” kata Taufik menegaskan.

Politikus PAN itu meminta Bank Indonesia (BI) mencegah fluktuasi kurs rupiah yang berpotensi menimbulkan krisis ekonomi baru. Kondisi tersebut juga harus diantisipasi tim ekonomi kabinet.    Taufik juga mengingatkan pemerintah agar memperhatikan utang luar negeri dan swasta.

”Saat jatuh tempo, utang luar negeri ini jangan sampai bertambah lagi — terutama di pihak swasta — karena pasti menekan nilai tukar rupiah lagi,” ucapnya.         Setya Novanto juga mengingatkan pemerintah agar waspada terhadap berbagai kondisi saat ini yang mengarah menggo­yahkan stabilitas nasional. ”Pemerintah harus segera mencari solusi terbaik,” katanya.
Setya menambahkan, pemerintah harus mencari solusi atas depresiasi rupiah dan pelonjakan harga kebutuhan pokok masyarakat.

Soal depresiasi rupiah yang sudah menyentuh level Rp 13.000 per dolar AS, Setya menilai itu ber­implikasi terhadap harga pangan.

”Ini (depresiasi rupiah) tak bisa dibiarkan. Kita harapkan Presiden segera mencari solusinya,” kata Setya.

Dia juga mengharapkan semua masalah bisa diselesaikan dengan baik. Dia mengingatkan, semua pihak tak ingin tragedi 1998 terulang sebagaimana perkiraan berbagai kalangan.
(den/gan/rul/jok)

Pemicu Tragedi Kerusuhan 1998

*    Kesenjangan sosial tinggi
*    Rupiah Mencapai 17.000 per dolar AS
*    Harga sembako Melonjak
*    Marak kerusuhan sosial
*    Krisis kepercayaan pada pemerintah
*    Pelarian modal besar-besaran (flight for safety) karena kepanikan politik lebih dahsyat dari pelarian modal yang dipicu hanya oleh pertimbangan ekonomi (flight for quality)
*    Kerusuhan dan aksi demonstrasi besar-besaran hingga berujung kejatuhan presiden.




Taruhan Bola Hokbet88.net

0 komentar:

Posting Komentar